The Next Chapter of Ratu Adil….
September 8, 2007
Wah wah wah …. gak nyangka ternyata dalam sehari saja si ratu -yang katanya- adil itu sudah membuat heboh dunia per-blogger-an Indonesia, khususnya para blogger mania yang bermarkas di wordpress.com.
Kehebohan itu berupa komentar dan kegeraman yang bermacam-macam. Bukan cuma disebabkan oleh isi blog nya yang “kurang waras” dan “cacat riset” dimana-mana itu, tapi juga disebabkan oleh tingkah si ratu -yang tetep ngaku- adil yang menyensor bahkan mengedit plus mengganti komen-komen yang masuk ke blog nya.
Komen-komen yang bernada protes (kontra) mulai dari yang halus sampai yang keras, beberapa diantaranya diedit dan diubah menjadi komen-komen yang pro ratu -yang keukeuh ngaku- adil itu. Karuan saja ini membuat suasana diantara blogger mania semakin panas dan bikin gerah. Yang satu mengkonfirmasi yang lain, “ndak salah sampeyan, kok komen kaya’ gitu? ooo pendukung ratu adil rupanya”. Sementara yang dikonfirmasi kebingungan “lho emangnya saya ngomong apa tho? lha wong saya protes kok ke si ratu adil itu!”. Dan setelah di-check ulang, rupanya dengan amat sangat tidak sopan saudara-saudara! … si ratu -yang nggak tahu deh- adil itu terbukti telah menyensor beberapa komen yang masuk. Semprul!!
Well menurut saya, sebenarnya sih kalau kita ini -para bloggermania- yang lain menjadi terpancing berkomen ria di dalam blog nya si ratu -gendeng- adil justru akan membuat yang bersangkutan gembira, karena telah berhasil membuat ricuh dan kacau suasana. Semakin tertawa-tawa dianya. Untuk itu, kita harus menyikapinya dengan cerdik, hmmmm memberi peringatan sudah, yaa selanjutnya ditindaklanjuti saja secara teknologi dengan melaporkannya ke pihak administrator wordpress.com agar blog nya dihapuskan dari peradaban, walaupun ini tidak menjadi penyelesaian akhir, karena dia bisa saja membuat blog yang baru -lha wong tinggal daftar lagi aja-, baik di wordpress.com maupun di tempat lain.
Tapi kalau gak salah nih, baca punya baca, sudah ada user yang sanggup melacak di mana keberadaan si ratu -edyan!- adil ini. Kalau gak salah, dia berdomisili di Surabaya. Secara IP address nya dan jenis koneksi nya sudah terlacak. Dia pakai speedy rupanya. Duh cerobohnya! Seandainya memang sesimple itu, lebih baik laporkan saja ke polisi sekalian. Biar dia mendapatkan ke-adil-an dunia di penjara.
Entry Filed under: Campur-campur, Journal BaRT. Tag: Artikel, Campur-campur, Journal BaRT, Opini.
4 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
fandhie | September 9, 2007 at 11:36 pm
lagian elo-nya juga msh rajin visit ke blog dia hehehehe….
curiosity manusia emang susah dibendung.. even oleh kemauan dia sendiri
2.
BaRT | September 10, 2007 at 4:25 am
Gak kok, nengok2 aja udah nggak. Komenku diatas aku buat berdasarkan blog-blog lain yang membahas soal si ratu -gak- adil itu, tentang kecurangan yang dia lakukan hehehe
3.
bunda | September 25, 2007 at 10:52 pm
MUI Tolak Ajaran ‘Ratu Adil Rusmiyati’ Disebarluaskan Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
KESRA– 11 SEPTEMBER; Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun telah memanggil wanita yang mengaku sebagai Ratu Adil, Selasa (11/9), yakni Rusmiyati binti Shawab Sastrawijaya, 61, warga Jalan dr Cipto 3, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur.
Dia mengaku diwisuda sebagai Ratu Adil, Juru Selamat, Pemimpin Wanita, yang mendapat petunjuk Tuhan Yang Maha Esa, memenuhi panggilan MUI Kota Madiun, Selasa (11/9).
Perempuan yang mengaku juga ditunjuk sebagai Panglima Perang melawan iblis itu tiba di kantor Departemen Agama Kota Madiun sekitar pukul 10.30 WIB.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Madiun, Mangiring Siahaan yang dihubungi Media Indonesia, Selasa (11/9), mengatakan belum mendapat laporan mengenai ajaran dari langit seperti yang diterima melalui mimpi oleh Rusmiyati.
“Saya akan perintahkan intelijen untuk menyelidiki mengenai hal ini,” kata Mangiring Siahaan.
Selama hampir dua jam, Rusmiyati menjelaskan dan menerangkan ajaran-ajaran dari langit yang diperolehnya melalui mimpi, kepada ketua dan para pengurus MUI Kota Madiun.
Dalam dialog antara Rusmiyati dan pengurus MUI Kota Madiun itu sempat bersitegang. Pasalnya, Rusmiyati tetap bersikukuh akan keyakinan dan pendiriannya bahwa dirinya telah ditunjuk untuk menyampaikan ajaran dari langit kepada seluruh umat manusia di dunia.
Pengurus MUI Kota Madiun yang mengkaji ajaran Rusmiyati bersikukuh bahwa ajaran itu ada penyimpangan dalam hal tertentu berdasarkan ketentuan Al Qur’an dan hadits.
Setelah berdialog dan mengupas satu per satu isi tujuh naskah ajaran dari langit, akhirnya pengurus MUI Kota Madiun mengeluarkan tiga keputusan/fatwa. Terlihat raut wajah tenang dan santai Rusmiati menjelang pembacaan putusan.
Fatwa MUI Kota Madiun antara lain mengimbau kepada Rusmiyati agar kembali ke Al Qur’an dan hadits, lalu mengimbau kepada Rusmiati untuk belajar dan memperdalam ilmu agama dan akan dibimbing oleh alim ulama dari NU, Muhammadiyah, atau organisasi Islam lainnya.
Selain itu, fatwa MUI juga mengimbau agar ajaran dari langit tidak disebarluaskan kepada khalayak umum.
“Pengalaman pribadi dirinya yang diperoleh dari mimpi-mimpi yang kemudian dituangkan dalam naskah ajaran dari langit itu sulit untuk dirasionalkan. Maka itu, mimpi-mimpi itu sebaiknya dipakai sendiri, jangan disebarluaskan untuk umat karena bisa menimbulkan keresahan. Pengalaman lewat mimpi sulit untuk dicerna akal sehat, apalagi dihadapkan pada Al Qur’an dan hadist,” ujar Ketua MUI Kota Madiun KH Sutoyo.
Menurutnya, cara menyampaikan dakwah jika sesuai dengan Al qur’an dan hadits tidak dipermasalahkan, jika melenceng dan menyimpang justru akan membuat bingung umat.
“Maka itu, sesuai pertimbangan seluruh pengurus MUI, maka ajaran dari langit yang akan dicetak itu kami larang untuk diedarkan atau disebarkan kepada umum. Sisi lain, MUI bukan lembaga yang melegalkan pengalaman-pengalaman spiritual pribadi seperti itu,” ujarnya.
Menanggapi keputusan MUI Kota Madiun itu, Rusmiyati merasa belum puas dan bersikukuh bahwa petunjuk yang turun kepada dirinya benar dan harus disampaikan kepada umat.
“Saya belum mendapat jawaban yang melegakan hati. Kalau tujuh naskah ajaran dari langit tidak mendapat rekomendasi dari MUI tidak apa-apa. Tapi ilmu yang saya terima ini tetap harus diketahui umat, jika tidak saya akan berdosa,” ujarnya.
Ia mengaku patuh pada imbauan MUI Kota Madiun untuk belajar dan memperdalam lagi Al Qur’an dan hadits.
“Saya juga berjanji tidak akan menyebarluaskan naskah-naskah ajaran dari langit itu, karena saya menghormati keputusan para ulama di MUI,” katanya. (miol/broto)
4.
arielies | Oktober 15, 2007 at 12:02 pm
Fiuh…fiuh…
BaRT Menulis:
Napa Bu? cape’ yach? ;-P