Halloween di Indonesia?? Latah!!
November 2, 2007
Saya menulis postingan ini karena dua alasan, yaitu: (1) sudah lama saya gak posting apapun ke blog ini, dan (2) tertarik aja pengen mengomentari berita tentang acara-acara Halloween di Indonesia, khusus nya di Jakarta.
Well langsung aja yach …
Tadi malam saya melihat berita di TV tentang liputan perayaan Halloween di Indonesia (yang pastinya di Jakarta), yang diadakan di beberapa tempat, khususnya tempat-tempat hiburan.
Seperti jamaknya perayaan Halloween di luar negeri sono, para tamu undangan hadir dengan menggunakan kostum yang aneh-aneh. Mostly adalah kostum-kostum yang menyeramkan. Beberapa tamu juga ada yang datang dengan kostum yang gak menyeramkan, cuma yaa cukup aneh aja, seperti misalnya kostum superhero.
Acaranya?? Pastinya sih saya gak tau, tapi katanya sih berupa games atau acara-acara interaktif yang dibuat seolah-olah seram begitu. Gak cuma itu, dekorasi dan makanan yang disajikan juga, dibuat seram. Pokoknya, temanya adalah “hantu dan seram”.
Tiba-tiba saya jadi nanya sama diri sendiri. Orang-orang Indonesia yang ikut-ikutan perayaan Halloween itu sebenarnya tau gak sih, apa yang mereka rayakan or sekedar ikut-ikutan aja? Saya kok yakin banget kalau mereka cuma latah, dan alasannya juga cuma satu, just having fun.
Coba deh kita lihat sedikit fakta tentang Halloween.
Menurut beberapa sumber, Halloween yang biasanya dirayakan oleh masyarakat Eropa dan Amerika pada tanggal 31 Oktober, merupakan sebuah perayaan yang diadopsi dari tradisi paganisme kaum Celtic untuk menyambut masa panen.
Dipercayai pada malam itu, roh-roh orang mati bergentayangan di bumi. Oleh karenanya, penduduk desa pada masa tersebut, sengaja mematikan api di dalam rumahnya agar tubuh mereka dingin sehingga roh-roh gentayangan enggan merasuki mereka.
Selain itu, mereka juga mengenakan pakaian yang seram-seram dan berkeliling desa sambil membunyikan suara-suara yang gaduh. Bahkan ada pula sumber yang menyatakan, bahwa bangsa Celtik akan membakar orang-orang yang kerasukan untuk menakuti roh-roh lain yang berusaha merasuki mereka.
Well, kalau dilihat dari asal muasalnya, tradisi Halloween ini jelas banget bersifat takhayul. Sehingga pada akhirnya, dari tahun ke tahun, perayaan Halloween semakin berkembang menjadi perayaan tahunan yang bersifat having fun saja. Dan diikuti oleh kaum tua dan muda disana.
Dengan semakin mengglobalnya budaya dunia. Maka pada akhirnya tradisi ini masuk juga ke Indonesia. Walaupun sebenarnya baru dalam tahun-tahun belakangan ini saja, terdengar perayaan Halloween di Indonesia.
Perayaan Halloween di Indonesia menurut saya lebih seperti penetrasi budaya MTV saja. Dimana sebagian kecil masyarakat kita merayakannya sebagai bagian dari lifestyle.
So, kalau ada yang ikut-ikutan merayakannya. Menurut saya mereka cuma latah
Entry Filed under: Campur-campur. .
4 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
Oni Suryaman | November 2, 2007 at 12:25 pm
Mestinya kita Halloween tiap 35 hari sekali, alias tiap Jumat Klimon. Hahaha…
Halloween atau gak Halloween, bioskop kita udah ngerayainnya tiap hari, sampai aku kesulitan nyari bioskop yang gak muter film horror.
BaRT Menulis:
Hehehehe berarti terbukti dunk teori latahnya. Semua rame-rame bikin film horor, bioskop bebarengan muter film horor. Tapi kok mereka susah banget yaa diajak latah baca, latah nulis, latah ngeblog
2.
fandhie | November 3, 2007 at 2:35 pm
Latah kan emang budaya melayu.. mo diapain lagi?
3.
Indra Kurniadi | November 24, 2007 at 8:59 pm
Hello bart..setuju, ga penting juga sih perayaan halloween itu, he3x.
Iya mendingan juga ngerayain yang lain. Misalnya …. hari ulang tahun gw hehehe….
4.
mboky | November 15, 2008 at 5:53 am
Gw lg nyari materi ttg halloween …
BaRT Menulis:
Silahkan kalau mau dijadikan referensi