Time is Eternity…
November 25, 2007
Time is too slow for those who wait,
too swift for those who fear,
too long for those who grieve,
too short for those who rejoice.
But for those who love,
Time is Eternity.
=================================================================
Saya pertama kali mendengar puisi ini dibacakan oleh Lady Jane Fellow, pada upacara pemakaman Lady Diana Spencer di tahun 1997. Gak tau kenapa ya, saya suka banget sama puisi yang aslinya ditulis oleh Henry van Dyke ini. Ada semacam rasa pengharapan, sedih, dan peringatan akan hubungan antara waktu dan banyak hal yang kita alami, terutama cinta.
Sehubungan dengan cinta, tiba-tiba puisi ini mengingatkan saya tentang hubungan yang sedang saya jalani dengan seseorang. Hubungan yang kami sadari suatu saat nanti harus diubah menjadi bentuk yang lain. Dimana kepemilikan kami satu sama lain, tidak membuat kami harus tinggal satu atap dan dihubungkan dalam pertalian darah yang sesungguhnya.
Seperti anak kecil yang sedang menikmati coklat yang diidam-idamkan, saat ini kami menikmati hubungan ini dengan pelan-pelan. Kalau bisa waktu berjalan lambaaaat banget, slow motion mode yang se-slow-slow-nya. Syukur-syukur kalau ada repeat mode nya. Hehehe maksa!
Kadang perih, kalau mengingat bahwa suatu saat nanti perpisahan itu nyata. Tapi apapun itu, seperti hal yang saya percayai selama ini, bahwa Badai Pasti Berlalu. Masing-masing dari kami, bersama waktu, nantinya akan menemukan cara untuk bertahan dan melalui semuanya dengan baik. Dan tidak ada satupun hal yang akan merubah rasa sayang yang ada, kecuali cara pengekspresiannya. Semoga!
For those who love, Time is Eternity….
Entry Filed under: Life, Love and Relationship. .
10 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1.
Idhoy | Desember 24, 2007 at 10:28 pm
That is so sweet…..
Andai semua orang punya pikiran yang sama, andai dia mengerti bahwa cinta tidak harus memiliki, andai di memaklumi bahwa setiap orang berubah setiap waktu bahkan setiap detik.. Ada yg bilang “a wise man change his mind, a fool never..”
Badai pasti berlalu… Nice… Andai dia mengerti…
Ada yang bilang kalau quote “Cinta itu tidak harus memiliki” adalah quote orang yang kalah. Well, kalau kataku sih tergantung konteksnya dilihat dari mana. Yaa mungkin kalah untuk yang itu, tapi kemungkinan kemenangan yang lain khan masih selalu ada. Biar bagaimanapun kita harus sadar bahwa kita tidak selalu bisa mengontrol sistem di luar kita. Mudah-mudahan dia segera sadar ya Dhoy …. HBBS lah, Harus Benar-Benar Sabar heheheheh
2.
Idhoy | Desember 26, 2007 at 8:03 pm
Kalo aku seh setuju banget ama quote itu secara I’ve been there… Well, memang tidak mudah tapi begitulah seharusnya bersikap dewasa dalam menyikapi masalah seperti ini. Sangat berat awalnya, tapi kemudian melihat dia bahagia dalam hidupnya cukup menyembuhkan luka…
Ada lagi yang bilang kalo belum siap untuk kehilangan berarti belum siap untuk mencintai… karena memang cinta itu sangat tipis batasnya dengan benci.. Halah!!! Apaan seh Dhoy?!?! Ngaco deh… Maaf yaaa…
Iya nih, apaan sih maksudnya Dhoy? Kok tiba-tiba nyasar ke batas antara benci dan cinta yang berbatas tipis ….. heehehehehehe ;-p
3.
nRa | Desember 27, 2007 at 12:55 pm
salam kenal juga bart
. gambar animasinya bagus
hehehe …. itu dari flickr juga kok.
4.
racerx | Desember 27, 2007 at 4:55 pm
Takut kehilangan, everybody afraid of losing someone or something important in their life, anak takut kehilangan orangtuanya, istri takut kehilangan suaminya, it’s natural, pada dasarnya tidak ada seorang pun yang telah mempersiapkan dirinya untuk kehilangan untuk seseorang/sesuatu yang sangat berarti banyak bagi dirinya.
Benci dan Cinta, wah koq malah jadi nyasar kesana yah, kalau menurut gue cinta itu adalah murni, tulus, perjuangan dengan penuh pengorbanan, dan seharusnya memang patut dipertahankan, karena didapatkan dengan penuh upaya, optimis pada cinta, hanya cinta yang menghiburmu dari kesepian tak berujung, cieeee, hehe. Sedangkan benci adalah sisi pesimis dari cinta, menurut gue loh, yah hanya sebuah opini.
Hehehehe …. gak tau tuh, kenapa Idhoy tiba-tiba jadi nyasar ke topik antara cinta dan benci. Padahal tulisanku gak ngebahas soal itu sama sekali hehehehe …. Mungkin beliau sedang curhat kaleeee. Ya diterima saja, semoga lebih plong di sana hehehehe
Btw, thanks 4 ur comment! Ehmm ini sapa yach? Do i know you before?
5.
Idhoy | Desember 27, 2007 at 8:31 pm
Iya iya maaf… My bad…
Let’s forget about love and hate… Biar Idhoy gak curhat lagih… Hehehe…
Hehehehe jangan ngambek dunk, jangan berhenti curhatnya ….. di email aja yach! Or bikin blog juga dunk Dhoy! Ditunggu kedatangannya di dunia per-blog-an.
6.
Idhoy | Desember 27, 2007 at 8:50 pm
Takut kehilangan… bener bahwa pada dasarnya orang gak siap buat kehilangan sesuatu yg sangat dicintai, atau lebih tepatnya tidak ingin siap untuk itu. Tapi buktinya Ka BaRT tau tuh soal itu dan kalo aku gak salah pengertian, berarti mulai dari sekarang Ka BaRT juga udah mulai mempersiapkan diri dan perasaannya seandainya saat itu tiba…
Ini memang gak akan mempermudah jalannya proses, tapi at least we knew about it, we realize it, we can accept it (hardly) and then live with that…
Kalo menurut aku prepare for the worst itu perlu termasuk dalam urusan cinta. Logis aja deh, di dunia ini gak ada yg abadi kecuali “for those who love, time is eternity”, hehe…
Menikmati masa2 indah cinta itu lewat, mengalaminya, membingkainya dalam kenangan kalo mau… no matter how the expression, i believe love is exist…
Hehehe daleem, sampe susah mau komen balik. Yup setuju, love is exist, is in the air lah
7.
racerx | Desember 30, 2007 at 9:54 am
Oooh lagi curhat neh, hehe, sori sori, btw gue seh gak punya banyak pengalaman cinta seh, secara masih jomblo neeehhhh.
Tapi seandainya gue mempunyai cinta untuk pertama kali, maka gw harap cinta itu adalah abadi, dan ketika ia akan pergi, gue akan berpikir seribu bahkan sejuta kali untuk kehilangannya, mungkin gue terlalu idealis, malah naif banget kali yah, dan mungkin juga gue bisa menemukan cinta lain, prepare for the worst lah seperti yang (eh, mbak?) idhoy bilang tadi.
Tapi selama masih belum ada bendera kuning (loh?), gue akan berjuang demi cinta itu (yang merupakan ekspresi gue atas cinta), for those who love, time is eternity, cocok lah, hehe.
Bagi beberapa orang, cinta pertama hanya sekedar lewat ajah, tapi bagi beberapa orang tidak juga, bener banget quote “life is a journey, not a destination”, tapi sekarang pertanyaannya adalah, untuk apa melakukan suatu journey yang melelahkan dan panjang seumur hidup mu tanpa sebuah destination?
Bila gue udah menemukan destination gue (seseorang yang sangat gue cintai) pada cinta pertama gue, maka journey itu adalah bersamanya, duh gw idealis banget dah, hehehe. Sori kalo ada kata-kata yang salah atau bertentangan prinsip, just my two cents.
nb: cuma iseng aja seh buka blog nya, lyat di FS, rame juga lagian, bolehkan komen-komen lagi?
Idealis gak papa, tapi harus tetep luwes. Harus siap dengan semua kemungkinan yang terjadi, siap dengan ketidakpastian2 yang ada. Karena satu2nya kepastian dalam hidup ini, ya cuma ketidakpastian itu sendiri.
Btw, kok malah jadi dalem membahas soal cinta yaaa. Padahal tadinya tulisan ini cuma mau membahas soal waktu lho. Ada pesan tersembunyi di dalamnya, bahwa kalau kita punya seseorang yang berharga dalam hidup kita, harus kita jaga baik2, karena bisa saja Tuhan melalui keadaan mengambilnya kapan saja. Jaga sekarang, atau akan menyesal sama sekali! hehehehe….
Lihat2 lagi, komen2 lagi ….. o tentu boleh. Tapi jadi malu sendiri nih, soalnya dah lama gak update blog, kecuali balas komen doang. Ok deh, BaRT janji akan rajin2 up date blog lagi. JANJI!
Btw, racerx ini sapa ya? Mas, mbak, pak, bu, tante, om, opa, oma atau dek?
8.
racerx | Desember 30, 2007 at 2:32 pm
Hati adalah tempat sedalam dan seluas lautan, we never know about anything, seperti kata papatah “jodoh, ajal, rezeki, musibah, hanya tuhan yang tahu” semuanya tidak bisa dipastikan, hanya bisa diperkirakan, dan “diusahakan”.
nb : panggil saja oomm,hehehe, mas saja lah, btw update nya mungkin bisa hal2 lain seperti life styles misalnya, sebelumnya terima kasih karena sudah diperbolehkan untuk memberikan komentar.
Ok deh oom, eh mas hehehe ….
9.
Idhoy | Desember 30, 2007 at 7:13 pm
Komen nya om racerx koq identik ya sama seseorang, maaf…ini aku yang hipersensitif atau……
Hmmmm ….
Idhoy, did you think as the same thing as I think?? kaya’nya …. jangan-jangan
Untuk om Racerx …. silahkan sebutkan identitas anda heehehehe… atau
10.
racerx | Desember 31, 2007 at 2:52 pm
Wah kok semuanya jadi seperti polisi neh, identitas? Di dunia maya seperti ini tidak harus menggunakan identitas asli adalah salah satu kelebihan dan kekurangan.
Apalagi buat seorang racer yang sedikit pervert seperti gue, malu dong kalo ketauan orang-orang, hehe. Maaf bercanda.
Chandra Wijaya. Salam kenal. Selebihnya, it’s my privacy, oke?. Thank you.
nb: Ditodong dan dicurigai seperti ini jadi agak malas memberikan komentar lagi di thread ini. Mungkin di thread yang lain saja. Mohon segera dibuat. Terima Kasih.
“O namanya Chandra Wijaya …. ok deh met kenal mas
“