Aku, kamu dan masalah kita …
Januari 16, 2008

~Kemampuan mengendalikan diri untuk tidak merusak diri sendiri pada waktu kita menghadapi masalah yang pelik, adalah sebuah keterampilan yang harus dikuasai manusia.~
Kemampuan atau keterampilan ini gak semata-mata berhubungan dengan kalimat “untuk tetap tenang dan jangan panik!”. Tapi juga dengan bagaimana kita bisa menguasai dan mengenal diri sendiri. Sejauh apa kita bisa mengontrol untuk larut dalam masalah dan meletakkannya untuk sesaat.
Asli! Swear!!
Bukan hal yang mudah untuk tetap bisa menguasai diri sendiri ketika menghadapi masalah-masalah yang berat dan terlihat sempurna, terutama kalau kita menghadapinya sendiri. Baik dalam arti yang sesungguhnya maupun bukan.
Keberadaan orang lain, baik secara fisik maupun spirit, menurutku biasanya sangat-sangat membantu. Di saat seperti itu, biasanya aku membutuhkan seseorang untuk memastikan bahwa aku bisa/akan bisa melalui semuanya dengan baik seperti biasa -gak jarang khan, sebuah masalah sanggup menghempaskan self confidence kita ke level terendah-. Atau setidaknya ada orang lain yang menjadi motivasi ku untuk berjuang atau bertahan.
Kadang ketika aku tidak menemukan siapapun yang available untuk menguatkan, biasanya aku mencari teman-teman yang bisa dihubungi untuk sekedar bicara.
Bicara apa saja, bukan curhat. Yang penting aku bisa tetap sadar, bahwa aku gak hidup sendiri dengan masalah. All people do! Atau kalau bertemu dengan teman-teman yang selalu bahagia/sedang berbahagia, kadang-kadang mereka bisa memotivasiku untuk kembali cerah.
Well, terkadang di saat kita menghadapi masalah, kita berharap terlalu berlebih terhadap seseorang untuk membantu. Bisa siapa saja. Biasanya sih orang yang mempunyai posisi istimewa buat kita.
Kadang aku juga melakukannya. Seringkali aku berharap seseorang membantu untuk bertahan. Kadang secara frontal aku bilang, “I do really need your help!” (tegas banget, dah really …. do pula hehe).
Cuma celakanya, serinkali orang yang aku (kita) harapkan, justru tidak bisa membantu apa-apa atau malah tidak mau membantu even tidak mau tahu apa-apa karena sudah mempunyai urusan sendiri atau berpikir, “pasti dia bisa, dan akan baik-baik saja!”.
Kalau sudah begitu, satu-satunya MANUSIA yang aku anggap bisa aku andalkan yaa … cuma diriku sendiri.
Hehehe … jangan anggap aku gak masukin Allah sebagai tempat bersandar kalau lagi ada masalah. Karena itu sih, dah jadi insting. Kalau lagi susah … ya PDKT jo’!
Cuma susahnya lagi, kalau orang yang kita harap bantuannya, adalah orang yang kita anggap bermasalah dengan kita, dan dia sama sekali tidak bersikap kooperatif atau gak tahu bagaimana caranya untuk berkooperasi.
Sampai saat ini aku sering puyeng untuk menghadapi kombinasi masalah yang seperti ini. Ada ide???
ps: cuma opini dan uneg-uneg iseng aja. tapi SERIUS lho!
Entry Filed under: Journal BaRT, Life, Love and Relationship. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
arie lies | Januari 16, 2008 at 10:30 am
ini konteksnya tentang hubungan sesama yak?
Hehehehehe inget aja semua orang punya masalah, kadang masalahnya lebih berat dari kita.
“Love people” aja gimanapun orangnya…walaupun orgnya nyebelin, ngeselin pokokna mah i love u wae… (bikin tambah puyeng kayaknya). Errrrrrooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….
Kabbuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….
(ada yg lagi serius soale.. ^_________^)
Hehehe …. dibahas di YM aja yach!
2.
Idhoy | Januari 16, 2008 at 10:08 pm
Some people say “no matter what, the world keep turning on”.
Sadar gak seh kalo kadang2 saat kita menghadapi masalah seperti yg digambarkan ka BaRT, kita pengen banget dunia berhenti berputar dan mengheningkan cipta untuk kita. Rasanya aneh melihat matahari bersinar cerah sepanjang hari, orang2 di sekitar kita beraktifitas seperti biasa, semua tampak normal saat perasaan kita lagi gak normal, gak ada yg terganggu dgn masalah kita. Mungkin kita gak akan punya waktu atau tempat untuk memperhatikan sekitar kita karena kita toh lagi ada masalah, tapi coba deh lihat sekitar kita….
The world keep turning on no matter what… Jadi ya kembali ke diri kita sendiri lagi, mau berlarut2 terpuruk dalam masalah kita sementara dunia dan seluruh isinya tetap berjalan and left us behind, atau mau melangkah ke depan dan ikut berjalan bersama seisi dunia yg lain menyambut hari2 baru, harapan2 baru dan mimpi2 baru… Inget Ka BaRT, badai pasti berlalu khan?? Surely….
Dhoy, kayaknya kamu juga harus mulai nge-blog deh. Sayang khan, kalau cuma jadi komentator hehehe