Selamat jalan Pak Harto …
Januari 27, 2008

~Everything that has a beginning, has an end~
Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun.
Tadi siang -Minggu, 27 January 2008- mantan Presiden Republik Indonesia ke 2, Soeharto, dinyatakan telah meninggal dunia pada pukul 13:10 wib. Beliau meninggal pada usia hampir 87 tahun di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta akibat gangguan fungsi multi organ, setelah sebelumnya terlebih dahulu dirawat selama 24 hari .
Soeharto yang dilahirkan di desa Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921, merupakan salah seorang di dunia yang pernah memimpin sebuah negara dalam kurun waktu yang cukup lama. Beliau menjadi orang nomor satu di Indonesia selama hampir kurang lebih 32 tahun.
Selama masa kepemimpinannya tersebut, beliau telah melakukan cukup banyak hal yang berpengaruh signifikan pada kemajuan bangsa Indonesia. Beberapa dari hal-hal tersebut dapat dianggap sebagai prestasi, karena beliau sempat mendapatkan penghargaan dan pengakuan dari dunia Internasional. Sebutan Bapak Pembangunan bahkan pernah disandangnya, sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan dari bangsa Indonesia.
Namun, sebagai manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa, beliau juga disinyalir telah melakukan banyak kesalahan-kesalahan besar, seperti pelanggaran HAM, tuduhan korupsi dan memperkaya diri sendiri serta kroni-kroninya, nepotisme, serta terlibat dalam intrik tragedi G30S/PKI. Tuduhan-tuduhan ini diterimanya terutama pada waktu menjelang kejatuhannya dari tampuk kursi kekuasaan dan terus bergulir hingga kini, di hari dimana beliau wafat.
Terlepas dari segala kesalahannya, saya sebagai salah satu dari jutaan penduduk Indonesia, yang lahir dan besar di bawah pemerintahannya, menyatakan turut berduka cita, dan mendoakan semoga Allah swt memberikan tempat yang sesuai bagi beliau disana berdasarkan segala amal kebaikannya. Serta jika beliau sempat bertobat sebelumnya, semoga tobat beliau diterima oleh Allah swt.
Hari ini saya dan mungkin kita semua kembali diingatkan, bahwa segala sesuatu yang memiliki awal akan memiliki akhir.
Selamat jalan Pak Harto …
Entry Filed under: Journal BaRT. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
Idhoy | Februari 6, 2008 at 11:28 pm
Waktu Pak Harto meninggal aku lagi di laut. Nonton di TV, banyak komentar dari temen2. Ada yg pro Pak Harto tapi gak sedikit juga yg kontra. Aku pribadi kemaren memilih untuk no comment karena males berdebat (abis ujung2nya orang2 itu jadi debat SARA).
Aku bisa mengerti perasaan orang2 yg mungkin pernah jadi “korban” (atau keluarganya yg pernah jadi “korban”) kesalahan2 Almarhum dulu, tapi gak bisa dipungkiri bahwa Almarhum juga banyak jasanya buat Indonesia, terlepas dari pandangan miring orang2 yg anti-Suharto tentang jasa2nya tersebut. Yah, sekarang negara kita sudah jauh lebih demokratis dibanding jaman dulu, dan orang2 bebas mengungkapkan pendapat masing2.
Tapi toh sekarang Almarhum sudah tiada, dan aku pribadi berpendapat yang wis yo wis… Aku kurang sreg ngebahas minusnya orang2 yg sudah meninggal. Toh segalanya pasti akan ditimbang secara adil seadil-adilnya di alam sana, jadi yah sudahlah…
Sebagai warga Indonesia Idhoy juga mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia… Selamat Jalan Pak Harto….
NB: agak bete juga kemaren acara TVnya jadi itu2 aja, hehehe… Dan gak habis pikir ama anak2 Sekolah jaman sekarang yg gak kenal siapa Pak Harto (liat di TV ada anak SMP yg lagi nunggu iring2an jenazah Pak Harto di pinggir jalan lewat ke Astana Giribangun diwawancara, pas ditanya ternyata dia gak kenal siapa itu Pak Harto)…????