[BaRT's Review] The Kite Runner
Maret 11, 2008
Judul: The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini
Penerbit (Indonesia): Qanita
Tebal halaman: 616++
Review:
Keren! Itu pujian pertama yang aku berikan untuk isi novel ini -bahkan waktu aku baru mulai membacanya-. Dan kata itu aku ulangi lagi dan lagi, hampir di beberapa bagian selanjutnya hingga akhir cerita. Pokoknya gak rugi deh beli dan baca buku ini. Karena memang KEREN!
Bahasanya liris tapi tetap lugas dan mudah dicerna. Dengan cerita yang mengalir lancar, dan terorganisir dengan baik, walaupun plotnya semi-flashback. Penggambaran settingnya detail dan bagus, membuat aku berimajinasi dan agak setengah gak percaya, kalau ternyata dulunya Afghanistan adalah sebuah negeri yang indah seperti layaknya Kashmir -sebelum dicabik-cabik perang-.
Banyak hal yang berusaha diceritakan dalam novel ini, dan hampir semuanya bisa disampaikan dengan baik. Tentang cinta, pengorbanan, pengabdian, persahabatan, persaudaraan, hubungan ayah-ibu-anak, pedih dan kejamnya peperangan, kehormatan, KESETIAAN, RASA BERSALAH, PENGKHIANATAN dan PENEBUSAN DOSA. Banyak banget!
Hampir di setiap bab, bahkan sub-bab nya, memberikan pesan-pesan moral yang cukup baik. Terkadang nilai-nilai itu disampaikan dengan lugas, kadang-kadang harus disimpulkan. Melalui cerita yang indah dan manis, dan gak jarang getir dan perih. O yaa, nilai-nilai religius yang dituliskan di buku ini juga dimasukkan dengan cara yang bagus, tidak menggurui hanya membawa aku untuk menyadarinya sendiri.
Hal lain yang membuat aku suka banget dengan novel ini adalah, kejutan-kejutan di dalamnya. Yup! Kejutan! Banyak banget! Walaupun akhirnya berhenti di sekitar 5% sebelum novelnya selesai. Tapi asli banyak banget! Novel ini mengingatkan aku bahwa memang seperti itulah hidup -c’est la vie-, banyak kejutannya.
Kurang lebih novel ini mengisahkan tentang Amir, seorang lelaki Afghanistan yang selama beberapa tahun berusaha melepaskan diri dari dosa dan pengkhianatannya di masa lalu terhadap sahabat yang rela mengorbankan apapun untuk dirinya, termasuk harga dirinya sendiri, bahkan ketika itu adalah untuk HARGA DIRI dan CINTA yang didambakan Amir.
Ternyata dosa dan pengkhianatan itu tidak bisa begitu saja dilepaskan dan dilupakan. Seperti yang dikatakannya di awal novel:
…….. pengalamanku selama ini menunjukkan bahwa kita tidak akan pernah bisa mengubur masa lalu. Karena bagaimanapun, masa lalu akan selalu menyeruak mencari jalan keluar.
Allah dengan misterinya yang Agung, telah menggariskan dia kembali ke Afghanistan, negerinya, untuk satu misi: mengambil kesempatan untuk kembali pada jalan kebaikan. Menebus dosa masa lalunya!
…. dan akhirnya Zendagi Migzara!
Entry Filed under: Buku. Tag: afghanistan, novel, review, the kite runner.
7 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1.
Idhoy | Maret 13, 2008 at 9:24 pm
Humm… Jadi pengen baca… Nanti aku pinjem ya Ka BaRT….
BaRT Menulis:
Dah aku pinjemin. Gimana, dah dibaca belum? Btw, aku dah dapat DVD nya juga lho …..
2.
Arki Atsema | April 12, 2008 at 8:37 pm
saya belum baca novelnya, tapi setelah menonton filmnya, saya jadi terdorong untuk beli novelnya. Filmnya sendiri sangat luar biasa. Emosional. Meninggalkan saya dalam keadaan berkaca-kaca.
“For You, A Thousand Times Over!”
BaRT Menulis:
Wah beruntung banget karena sudah menonton film nya lebih dulu, karena novel nya dijamin lebih bagus. Kalau nonton film nya aja sudah berkaca-kaca, apalagi baca novelnya hehehehe …..
“Untukmu yang keseribu kalinya!”
3.
Idhoy | April 14, 2008 at 9:29 pm
Maap… belum sempet baca.. Hiks’
Kalo pinjem filmnya dulu gimana??? Hehehe…. Kabuuuuurrrrrrr………………..
BaRT Menulis:
Sampe hari ini belum baca juga? Waduh … padahal yang ngantri dah banyak lho. Lagian bakal nyesel deh, kalau nonton film nya dulu dan baca novelnya belakangan. Dijamin …..
Ultimatum ya jeng: Kalau sampai tanggal 21 April 2008 belum dibaca juga, novel nya aku tarik! hehehehehe…..
4.
Idhoy | April 15, 2008 at 6:09 pm
Aaaaaaahhhhh!!!!! Jahat banget!!!!! ;(
BaRT Menulis:
Bukan jahat, tapi tegas. Coba ya bedakan! hehehehe
5.
alid abdul | Juni 11, 2008 at 1:22 pm
Duoh bukunya blm mbaca, br dateng si kmrn bukunya. Pilemnya blm nonton.
BaRT Menulis:
Baca mass .. bagus kok. Gak bakalan nyesel
6.
l3nny_xmn | Agustus 27, 2008 at 8:15 pm
Jujur yang Kite Runner belum baca tapi klo yang A Thousand Splendid Suns, gua baru kelar baca. Emang bener bener bagus, kalimat yang sederhana, tapi betul memberi rincian yang sangat detail sampe kita juga kebawa perasaan… Emang keren kok Khalid!
7.
izzah | November 8, 2008 at 10:26 am
novel inggris n indonesianya ada gak di gramedia?
n e-booknya..thanks pingin baca…
BaRT Menulis:
Ada kok novelnya di Gramedia … cari aja dengan nama pengarangnya ..
Selamat hunting dan membaca yaa …