Beranda > Journal BaRT > Idiophatic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Idiophatic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Dua minggu yang lalu, aku chatting dengan salah seorang teman jaman di SMAKBo dulu, yang biasa aku panggil Mamih (ini nama bekennya sejak jaman kita masih ABG dulu), dan kebetulan sekarang ini dia sudah berstatus “mamih beranak satu”.

Dalam kesempatan chatting siang itu, dia bercerita kalau  dia sedang galau karena anaknya menderita suatu penyakit yang tergolong aneh, karena penyebab pastinya yang  belum diketahui.

Awalnya, Mamih melihat di kulit anaknya timbul bintik-bintik merah seperti gejala demam berdarah padahal sang anak sehat-sehat saja, gak demam ataupun apa, cuma dalam beberapa waktu bintik-bintik tersebut melebar dan kemudian terlihat seperti memar-memar.

Karena khawatir, dia memeriksakan anaknya ke dokter, yang kemudian mendiagnosanya sebagai Idiophatic Thrombocytopenic Purpura, atau disingkat ITP. Seumur-umur, aku baru dengar nama penyakit ini.

Dan berikut ini cerita singkat dari si Mamih (berdasarkan sumber-sumber yang didapatkannya). Secara kata per kata penyakit ini dijelaskan sebagai berikut: Idiophatic artinya tidak diketahui dengan jelas penyebabnya, Thrombocytopenic berarti darah yang tidak memiliki cukup trombosit, dan Purpura berarti seseorang yang memiliki luka memar yang berlebihan.

Pada penderita penyakit ini, akibat kekurang trombosit dalam darahnya pada umumnya akan sangat mudah mengalami memar dan bahkan mengalami pendarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang-kadang bintik kecil merah (petechiae) muncul pada permukaan kulitnya. Kalau jumlah trombosit ini sangat rendah, penderita ITP juga bisa mengalami mimisan yang sulit berhenti, atau mengalami pendarahan dalam organ ususnya.

Sampai sejauh ini, dunia kedokteran belum bisa memastikan apa penyebab penyakit ini. Hanya saja diketahui, bahwa pada penderita ITP, antibodi yang seharusnya adalah respon tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke tubuh, justru menghancurkan trombosit yang ada pada darah penderita.

ITP ini pada umumnya menyerang anak-anak berusia 2-4 tahun, dan ada juga yang menyerang orang dewasa yang umumnya adalah wanita. Walaupun bisa juga menyerang siapa saja. Namun begitu, ITP ini bukan penyakit turunan.

Sebagian besar anak-anak penderita ITP bisa sembuh tanpa penanganan medis. Walaupun begitu observasi yang ketat serta penanganan terhadap gejala-gejala pendarahannya perlu dilakukan. Pada orang dewasa, penyakit ini dapat berlangsung lebih lama, yang umumnya ditandai dengan pendarahan yang terus meningkat, dan mudah sekali mengalami luka memar dalam kurun waktu yang lama. Untuk pasien wanita, meningkatnya aliran darah mentruasi juga merupakan tanda-tanda utama.

Penderita ITP, mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi obat Prednisone selama beberapa minggu untuk meningkatkan trombositnya. Akan tetapi, pada waktu pengobatan oral ini dihentikan, jumlah trombosit pada penderita bisa menjadi rendah lagi.

Kalau pengobatan Prednisone tidak juga banyak membantu, organ limpa penderita mungkin akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Organ yang memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan trombosit dalam tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak. Di lain pihak, bagi orang dewasa yang sehat, tindakan operasi pengeluaran organ limpa bukan merupakan tindakan medis yang serius.

Well, cukup serem juga yaaa ceritanya ….. Aku sih cuma bisa ikut prihatin aja  buat Mamih sekeluarga. Dan berdoa, moga-moga ada jalan keluarnya, supaya anak Mamih tersayang bisa segera sembuh.

Sabar aja ya Mam ….. Insya Allah ada obatnya 🙂

Iklan
Kategori:Journal BaRT
  1. Fuad
    Maret 24, 2008 pukul 4:39 pm

    Allah punya cara sendiri, untuk mencintai hamba Nya. Kadang menurut kita, menyakitkan dan bikin nggak sabar cause terlalu lama. Tapi menurut Allah itu yang terindah………
    Bukankan segala sesuatu tidak akan abadi, dibalik kesulitan Insyaallah ada kemudahan siap menyapa. Aku juga seorang ayah, so aku sangat mengerti bgmana rasanya. Yang pasti semoga ada jalan……………………..

    Nb: Bart, bisa buka blogmu dikasih teman. Semoga bisa silaturrahmi. Fufu

    BaRT Menulis:
    Terimakasih sudah mampir mas 🙂

  2. Mei 27, 2008 pukul 4:37 pm

    Mas BaRT, saya kebetulan coba baca-baca juga dari situs lain, tampaknya ini penyakit imunitas. Biasanya penyebabnya adalah makan yang kurang terjaga. Saya ingin membantu memberikan konsultasi (GRATIS) kepada your friend Mamih, untuk perbaikan gizi putranya. Kalau Mamih bersedia, saya bersedia datang. Kasih tahu aja rumahnya di mana, atau mau janjian juga boleh. Rumah saya di Pasar Rebo, Jakarta timur. Saya kebetulan praktisi Food Combining, cara makan meurut teori baru, yang merupakan koreksi dari “4 sehat 5 sempurna”. Jangan kuatir, advis saya saya berikan. Baca juga blog saya di atas yang isinya soal pendidikan dan kesehatan anak.
    Salam kenal..
    Anung (Ibu dengan 2 anak)

  3. intan
    Juli 5, 2008 pukul 9:31 am

    harus dijaga jangan sampe jatuh,nnti darahnya susah berhenti,anakku juga kena itp udah hampir 2 tahun umurnya skranga 4 tahun cewek kalau mamih mau shering tentang penyakit itp sms aku aja 081364054178

  4. miszz
    September 6, 2008 pukul 5:22 am

    well, i’m from malaysia…
    i’ve got the same disease as u state above which is called itp…
    i don’t know what to do… i just live my life to the fullest so that i’m not regret when i die later…sometimes i asking my self, why did god give me this kind of disease…i can’t take it…. i just want to live like other teenagers… but my father always remind me that god would not give us “ujian” that we are not manage to handle it… i just have to be strong n face whatever god had decide about me…but sometimes i give up…i really don’t know what to do… i want to become successful engineer one day but i don’t know whether i can achieve it or not…sempat atau tidak???? i just can say to your friends, be STRONG and FIGHT FOR YOUR LIFE… ENJOY her life to the fullest because life is too short to be unhappy… DOA, TAWAKAL, insyaALLAH everytings gonna be ok… ALLAh itu adil..DIA tahu kemampuan hamba-hambaNYA…

  5. Oktober 18, 2008 pukul 9:30 pm

    Nice blog, Mas…Cara Anda menulispun lugas dan enak dibaca. AKu kayanya harus belajar banyak dari sampeyan dalam hal ini.

    salam,
    Haryo
    Belanak FPSO

    BaRT Menulis:
    Waaaah senangnya saya dikunjungi Pak haryo. What a nice surprise ..
    Sama-sama Pak … blog Bapak juga ok. Saling belajar ya pak 🙂
    Btw, maaf nih sudah mulai jarang update .. karena sibuk ngurus blog yang lain hehehe ….

  6. aLoN333333
    Juni 17, 2009 pukul 10:40 pm

    w jga jadi tkut……..nyokap w divonis dokter sakit itu……..
    yyy w takut bnget lahhhhhhhhhhhhh…………………………………
    w harap aada obat yang lebih ampuh lagiii………………..
    yang bisa musnahinnn tu penyakit selama’aaaaaaaaaaaa

  7. fransisca
    November 10, 2009 pukul 10:43 pm

    thx utk artikelnya sngt mmbntu,, q jga di diagnosa dni pndrita ITP, trmbosit q 1000-5000 dlm wktu 3 hri, obsrvasi 4-5 hri klo trombsit blm jg naik dg sgnifikan akn di lkukan cek drah tlg sumsum blkg,, q sngt tkut bget..,q cwe umur 21 th.,, skrg q di rwt di RSPP.. klo ad sran tlg hbgi q.. ni no hp q 085283196231.. thx 4 all b4,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: