Beranda > Journal BaRT > Iya! Aku cemburu!

Iya! Aku cemburu!

Photobucket

Kenapa? kamu cemburu yaaa?”, tanyamu singkat.

Nggak sih. Aku gak cemburu“, aku menjawab pelan dengan tetap mencoba menjaga nada wise.

Hahahahaha, udah deh ngaku aja! Kamu cemburu khan?“, sambil tertawa ringan kamu langsung nebak-nembak perasaanku.

-aku merutuk dalam hati “d**n!“-

Akhirnya aku bilang juga, “Iya! Aku cemburu!

Hahahahahahahahahaha!“, dan kamu tertawa dengan lebih ringan dan lepas.

Huh! Puas?!“, cuma itu yang bisa aku katakan dalam hati.

== == ==

Membahas soal cemburu sama kamu adalah salah satu hal yang paling melelahkan.

Kamu gak mau aku cemburu dengan apapun yang berkaitan dengan kamu. Karena kamu bilang, kamu sama sekali gak pernah cemburu dengan apapun yang berkaitan denganku. Karena menurut kamu CEMBURU itu GAK PENTING!

Well, bukan masalah penting atau gak penting. Sadar gak sih kamu, kalau dengan melarangku untuk cemburu –walaupun itu cuma beberapa detik-, kamu sudah berusaha membuat aku gak menjadi manusia lagi.

Aku rasa hampir semua orang setuju, kalau cemburu itu manusiawikecuali kamu dan mungkin beberapa gelintir orang lain-.

Karena aku masih merasa sebagai manusia biasa, sah-sah aja dunk kalau aku bisa cemburu. Lha wong aku punya perasaan!

Lagipula aku khan gak pernah melampiaskan cemburuku dengan membabi buta. Cukup dengan bertanya, konfirmasi, protes kecil dan selebihnya diam. Ya khan? –apakah menurutmu itu masih kurang sopan?

Aku tahu, kali ini memang kamu gak bermaksud membuat aku cemburu. Karena keadaannya memang begitu. Dan kamu punya alasan yang cukup kuat untuk melawanku. Cumaaaaa …… Akh memang keadaan ini menyulitkanku untuk memberikan alasan apapun. Tapi bagaimana dengan yang lain-lain, yang lalu-lalu, yang kemarin-kemarin.

Well dear, aku hanya ingin kamu tahu.

Kalau aku ini cuma manusia biasa, karenanya selain menyayangimu, aku juga bisa cemburu. Selain memperhatikanmu, aku juga bisa diam –malas– seribu bahasa. Aku tahu, kamu selalu mengganggap aku super sabar, dan selalu bisa mengendalikan diri, tapi bukan berarti aku malaikat yang selalu dilindungi dari perasaan-perasaan negatif.

Aku cuma mau kamu menerimaku sebagai manusia. Yang juga bisa cemburu. Would you?

Iklan
Kategori:Journal BaRT
  1. Idhoy
    Februari 18, 2008 pukul 10:07 pm

    Yes, I would…

    Halah!! bukan aku ya??? hehehe… just kidding bro..

    Cemburu ya?? Jujur aja, sebagai cewe’ (oh yeah?!) aku kadang suka dicemburuin, malah kadang suka mancing2 biar dicemburuin (contoh yg gak baik, jangan ditiru ya… hehe..).

    Mungkin itu sebabnya saat kami tanyakan “Kamu cemburu ya??” atau ” alah ngaku aja lah, kamu cemburu khan ama si anu???” kami akan menyertai pertanyaan itu dengan tertawa ringan, sangat ringan, tertawa keras, sangat keras, atau bahkan tertawa lepas, sampe lepas semua gigi, hehe… gak ding becanda.. Karena kami merasa senang dicemburui, hehe jadi malu confess neh…

    Jadi, buat Ka BaRT n cowok2 lain yg serupa tapi tak sama, you don’t have to be worry guys about our expression when you jeolous.. Well, selama cemburunya masih dalam tahap wajar seperti yg Ka BaRT lakukan (sekedar bertanya, konfirmasi, protes kecil) yah gak papa, justru kalo menurut aku jangan diam seribu bahasa. You have to let the girls know that you are jeolous (still in a regular way yaa..). Let them know that you care about her, you love (sayang) her, and you want her to love you back.

    Kalo aku bilang ” kamu gak perlu cemburu sayang…” (dengan senyum atau tawa ringan) artinya aku tau n mengerti, senang sekaligus lega karena aku tau kalo pasanganku masih sayang n care ma aku. Tapi kalo aku ngomongnya sambil marah ” kenapa seh jadi orang cemburuan banget?!?!” it means there is something happen. Gak tau emang she did cheat on you or she thinks that your jeolousy is not in place.
    That’s it…

    BaRT Menulis:
    Please welcome again Dhoy?
    Iyah … iyah. Aku coba mengerti deh hehehe….

  2. Fuad
    Maret 24, 2008 pukul 4:17 pm

    Allah sudah memberi banyak ni’mat pada kita, salah satunya rasa cemburu, so syukuri aja……….. .
    Rasa cemburu, sesuatu yang menurutku wajar sih, asal nggak sangat amat cemburu alias membabi buta. Cuma, perlu nggak?. Kalau sesuatu masih bisa dibahas dengan baik baik, kenapa mesti cemburu.
    Iya kalau kecemburuan kita bener?, kalau kita cuma asal cemburu yang menurut kita sudah pada tempatnya, tapi salah…….., weleh weleh………….. itu manusiawi ata malu maluin?. Eh tapi bisa jadi sebaliknya, kita cuma pengen tanya, tanpa ada embel embel cemburu, trus yang kita tanya balik tanya?, kamu cemburu yaaaa?. Duh nggak kuaaaat!

  3. Maret 28, 2008 pukul 2:47 pm

    sip

  4. Idhoy
    April 14, 2008 pukul 9:12 pm

    Maksudnya Fufu dengan “sip” itu apa yah??

  5. inayah
    September 28, 2009 pukul 3:56 pm

    bagus… cerita pribadi bgt kaya-y sih…!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: