Beranda > Campur-campur, Life, Love and Relationship > HOT GOSSIP: Menikah lebih buruk daripada Melajang …

HOT GOSSIP: Menikah lebih buruk daripada Melajang …

Pernikahan yang bahagia memang menyehatkan. Namun, pernikahan yang tidak bahagia dampaknya lebih buruk daripada melajang. Studi yang dilakukan Julianne Holt-Lunstad, seorang asisten dosen psikologi di Brigham Young University, mengungkapkan hal itu.

Holt-Lunstad meneliti 204 orang yang telah menikah dan 99 orang lajang. Suatu alat perekam tekanan darah dipasang ke subjek penelitian. Alat itu mencatat tekanan darah mereka secara acak selama 24 jam. Mereka yang sudah menikah juga diharuskan mengisi kuesioner tentang pernikahan mereka. Hasilnya, mereka yang menunjukkan tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi memiliki tekanan darah rata-rata dalam sehari, atau selama siang hari lebih rendah.

Sebaliknya, mereka yang mempunyai tingkat kepuasan pernikahan yang rendah memiliki tekanan darah rata-rata lebih tinggi daripada mereka yang melajang. Bahkan pada siang hari, tekanan darah rata-rata mereka lima poin lebih tinggi. Fakta itu berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan mereka yang menikah cenderung lebih sehat daripada yang masih melajang.[sumber: CBN.net]

Well, kalau baca berita ini sih intinya bukan soal status menikah atau nggak nya ya. Tapi lebih ke keadaan obyek penelitiannya aja. Kalau sang obyek puas dengan status yang disandangnya, ya pasti dia sehat-sehat aja.

So, buat semuanya …. yang sudah menikah atau yang masih lajang, yang berstatus in-relationship atau yang anggota ijo lumut (ikatan jomblo lucu dan imut), yang baru aja dapat pasangan atau yang baru ditinggalin …. C’mon let’s be happy, ’cause we all deserve that. Do I make you happy today? halah!

Iklan
  1. Idhoy
    April 14, 2008 pukul 6:45 pm

    Wah Wah Wah…. Temen aku banget ini mah!!! Hehehe…

    Pasti dia seneng banget dengan hasil penelitian itu, karena membenarkan pemikiran dia selama ini dan semakin menguatkan ketidakinginannya untuk menikah. Dia selalu bilang “buat apa menikah kalo gak bahagia???”. Tentunya pernyataan (atau pertanyaan) ini dia ajukan diikuti dengan sederet alasan dan contoh2 ketidakbahagiaan dalam berumah tangga yg dia lihat sendiri dari pengalaman keluarga dan teman2nya.

    Tapi apa iya ya ada orang yg bener2 gak mau nikah seumur hidup hanya karena parno akan kemelut rumah tangga???
    Kasian…

    BaRT Menulis:
    di dalam Multiply ada temenku komen kurang lebih seperti ini “Yang gak menikah dan hidup bahagia?? Banyaaak!! …. Yang menikah dan hidup bahagia?? Banyaaak!! …. Jadi kalau sama-sama gak bahagia, mau milih menikah atau gak menikah??” … Bagus khan komen nya.

    Tapi sebenarnya inti dari postingan ini adalah, bahwa menikah atau tidak menikah adalah sebuah pilihan tetapi bahagia adalah hak dan kewajiban.

    Jadi kita berhak untuk bahagia dan wajib membuat diri kita bahagia, either kita menikah atau tidak (belum).

    So, yang sudah menikah … gak usah deh nuding-nuding bahwa kita-kita yang belum memasuki fase itu “pasti tidak sebahagia mereka” … dan juga yang belum menikah gak usah juga takut atau berprasangka bahwa “menikah itu akan membawa masalah baru dan sebagainya”.

    Juga buat yang sedang berjuang untuk segera menikah, gak perlu memasukkan alasan “saya tidak bahagia sebagai lajang” ke dalam salah satu alasannya, karena apa yang ada di pikiran kita … itulah yang akan terjadi. Dan kalau sudah terbiasa seperti itu, nanti sewaktu memasuki pernikahan juga akan mengalami fase “saya tidak merasa bahagia dengan pernikahan saya atau ini bukan pernikahan yang saya inginkan dsb ….”.

    So, sekali lagi yaaa … bahagia itu hak dan kewajiban. Bahagia itu kita yang atur, tidak bersyarat dan gak perlu nunggu waktu.

    To all of you, c’mon let’s be happy now …. whatever you are!

  2. Idhoy
    April 14, 2008 pukul 9:15 pm

    Emang ada ya “ijo lumut”??? Idhoy gabung dunks…. Hehehe…

    BaRT Menulis:
    Ijo Lumut? Ada!
    Kalau mau gabung harus ikut audisi dulu, buat yang gak imut … maap-maap ajah! Bye bye baby. Emang situ imut? hehehehe …. 😉

  3. Idhoy
    April 15, 2008 pukul 6:02 pm

    Immmmuuuuuttttt donks!!!! Btw, thanks komen nya… Bagus. Ditunggu postingan berikutnya yah… (yg Idhoy request itu, hehehe)

    BaRT Menulis:
    Postingan yang Idhoy request itu?
    Aduh gimana ya Dhoy? I’ve never felt that being 20 something is hard sih. Even being 20 to 30 something is fun-fun ajah. Jadi susah euy mau nulisnya.

    Gimana kalau itu dijadikan bahan tulisan blog Idhoy yang pertama. Pasti seru tuh! Pengalaman pribadi khan??! hehehehehe ….

  4. Idhoy
    April 16, 2008 pukul 12:27 pm

    Waduh, kalo Idhoy yg nulis bisa2 selesainya setelah Idhoy umur 40an, hahahaha……

    BaRT Menulis:
    Ya gak papa … khan life begins at 40 bukan?? nyambung gak sih?? hehehe

  5. Mei 8, 2008 pukul 1:31 pm

    hehehe bahagia atau tidak itu tergantung ke kita sendiri. Bisa dibuat bahagia bisa dibuat tidak. dilihat orang sebenarnya kita “bisa” bahagia tapi kita memilih tidak bahagia. Orang melihat kita “tidak” bahagia, tapi kita ok ok dan hepi hepi aja tuh.
    Yang pasti ketika bujang saya bahagia banget, ketika menikah saya tetap bahagia banget….ketika bujang pernah sedih banget, ketika menikah juga pernah sedih banget. nah…

    BaRT Menulis:
    Jadi kalau gitu marilah berbahagia, apapun statusnya. Khan lebih enak hehehehe 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: